Kembali ke landing
Pendekatan

Cara kami memikirkan adopsi AI — dan metode yang dibangun di atasnya.

Halaman ini adalah versi lengkap dari yang kamu lihat di landing: masalah yang muncul ketika AI diadopsi secara reaktif, lalu metode tiga langkah untuk menentukan peran AI di tiap task, lengkap dengan visual dan satu contoh nyata.

Masalahnya

Empat hal yang diam-diam terjadi saat AI diadopsi dengan hype dan tanpa kesadaran penuh.

Saya menggunakan AI setiap hari. Yang perlu kita lihat adalah harga yang tanpa sadar kita bayar ketika AI dipakai secara reaktif.

01

Skill atrophy

Keterampilan yang biasa kamu kerjakan terus kamu serahkan ke AI. Lama-lama keterampilan itu memudar karena tidak pernah dilatih lagi.

02

Judgement decay

Kamu berhenti berpikir secara mandiri. Output AI menjadi jawaban default, lalu kamu terbiasa dengan template jawaban AI.

03

Workslop

Volume kerja kamu naik, tetapi kualitas hasilnya turun. Output terlihat banyak, tetapi dangkal. Ujung-ujungnya merepotkan diri sendiri dan rekan kerja.

04

Productivity trap

Kamu merasa lebih sibuk dan lebih cepat, padahal kapasitasmu tidak benar-benar tumbuh karena semuanya dikerjakan AI.

Keempat masalah ini berakar pada hal yang sama: berhenti berpikir dan menyerahkan terlalu banyak kepada AI terlalu cepat. Mulai dengan membalik urutannya — putuskan dulu peran AI di tiap task, baru eksekusi. Itu yang dilakukan tiga langkah berikut, dijalankan berurutan.

Metodenya

Tiga langkah untuk menentukan peran AI di tiap task — biar skill penting tetap kamu pegang.

Library dibangun dari kerangka yang saya jelaskan di buku: membuat keputusan spesifik untuk tiap task melalui tiga langkah yang dijalankan berurutan.

01Task Mapping

Pahami dulu apa yang kamu kerjakan.

Urai dari job ke task sampai menemukan skill di baliknya. Di situlah kamu menentukan apakah AI perlu dipakai.

Job
Pekerjaan kamu secara keseluruhan
Workflow
Alur kerja di dalamnya
Task
Tugas yang spesifik
Skill
Skill di baliknyaPenggunaan AI diputuskan di sini
02Ownership Quadrant

Tentukan siapa yang pegang tiap tugas.

Petakan tiap task di dua sumbu: seberapa penting skill-nya buat kamu dan seberapa jauh AI bisa membantu.

TinggiPentingnya skillRendah
Pegang sendiri
Jadikan kekuatan utamamu, terus latih sendiri.
Bantu, tapi jaga
Pakai AI untuk mempercepat pekerjaan, tetapi kamu tetap memegang penilaiannya.
Kerjakan sendiri
Kerjakan sendiri, simpel.
Delegasi ke AI
Delegasikan ke AI, jaga kualitas hasilnya.
RendahSeberapa AI bisa bantuTinggi
03Execution Mode

Pilih mode eksekusinya.

Siapa yang membuat dan siapa yang memeriksa menentukan skill mana yang terus terlatih.

AIKamu
AI-first Mode
AI yang membuat, kamu memeriksa. Hanya penilaian kamu yang terlatih.
KamuAI
Human-first Mode
Kamu yang membuat, AI mengkritik. Kamu tetap tajam.
AIKamu
Dual mode
Keduanya membuat, kamu membandingkan.
Contoh cara pakainyaKamu People Manager yang harus menulis performance review
01 · Task Mapping

Job → memimpin tim · Workflow → performance cycle · Task → menulis review individu · Skill → evaluasi yang fair dan spesifik.

02 · Ownership Quadrant

Masuk kuadran Bantu, tapi jaga: AI bisa membantu membuat draf, tetapi kamu tetap memegang penilaian tentang orang ini.

03 · Execution Mode

Pakai Human-first Mode: kamu yang membuat draf dulu, lalu AI membantu memeriksa nada dan kelengkapannya. Skill evaluasi tetap terlatih.

04 · KitSiap Pakai

Buka kit Tulis review kinerja di Library. Tersedia prompt teruji, panduan bertahap, dan checklist untuk task ini.

Metodenya masuk akal?

Amankan Tier 2 sebelum harga naik ke tier berikutnya.

Harga yang berlaku: Rp 500.000 per tahun, sisa 18 slot. Library-nya bisa langsung dibuka dan harganya tetap selama membership aktif.

Amankan Tier 2